AYAHKU
Hujan sore itu mengundang suara petir yang menggelegar dengan diiringi
suara peikan gitar reno yang terdengar amat merdu. Kesendirian waktu itu
membuat reno melamun akan kejadian dimasa lalunya yang amat pahit, ibu yang
dulunya selalu membela reno disaat ayahnya marah, kini tak lagi ada semenjak
kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya, hingga akhirnya reno mempunyai ibu tiri
yg tak jauh berbeda dari sifat ayahnya yang pemarah dan egois. Waktu itu
sepulang sekolah reno kehujanan dan sempat berteduh dirumah anita temannya.
Kebiasaan reno jika terkena guyuran air hujan badannya langsung ngdrop dan
demam tinggi.
“ Kenapa
hujannya belum juga reda ? “
“ Sabarlah
ren, bentar lagi juga reda “
“ Aku takut
ayahku marah lagi an, bisa –bisa aku diusir dari rumah “
“ Kamu
berdoa saja ren , agar tidak terjadi apa-apa “
“ iya an
terimakasih ya “
“ iya
sama-sama ren “
Hujanpun reda, reno pulang
kerummahnya, dan ayahnya reno pun langsung menemui reno dan memarahi reno
habis-habisan. Renopun minta maaf walaupun ia tak bersalah. Tiap hari reno
selalu menulis curhatannya dibuku diarynya. Malam itu reno sakit, ayah dan ibu
tirinya sama sekali tidak memperdulikannya. Sembari berbaring renopun bertanya
kepada dirinya sendiri “ apakah salahku tuhan, kenap orang tuaku sangat
membenci dirku? “. Air matanya mengalir dipipinya tak henti-henti. Tak lama
kemudian anita dan teman-temannya datang
menjenguk reno, dan mereka dipersilahkan masuk oleh pembantunya karena
kebetulan orang tuannya sedang pergi.
“ Ren
gimana? Udah mendingan belum? Tanya anita?“
“ Belum an,
panasku belun trun-turun dan rasanya kepalaku sangat sakit! “
“ Apa
sbaiknya kamu dirawat dirumah sakit sajra ren?”
“ Ga usah
an, aku ga apa-apa ko, besok paling sembuh!”
“ Tapi ren
keadaanmu itu sudah parah, sedangkan ayah dan ibumu tidak tau kemana!”
“
Biarkanlah mereka bersenang-senang
disana an, itu ha mereka!”
“ Tapi
mereka itu punya kewajiban sebagai orang tua ren!”
“ Iyah aku
tau an, tapi sudahlah, suatu saat mereka pasti akan sadar an!”
Dan tak lama kemudian teman – teman reno pulang, ayah dan ibunya
renopun tak tau kemana, reno hanya sendirian dirumah, pembantunya pun sibuk
dengan pekerjaannya. Malam itu perasaan reno gelisah dan tak lama kemudian
televon rumah berbunyi tut…………….tut………….tut……..tut…. pembantunya beranjak dari
dapur untuk mengangkat televon tersebut dan ternyata orang tua reno mengalami
kecelakaan, segeralah pembantunya itu mengabari reno
“ Maaf den
barusan bibi nerima televon, katanya nyonya ada di RS. Kencana katanya ibunya
aden kecelakaan den.”
“ Apa bi
kecelakan……..dimana bi?”
“ Bibi
tidak tau den!”
“ Ya suah
bi, makasih aku akan segera dan tolong
beri tahu anita ya bi”
“ Tapi den,
aden sedang sakit”
“ Tidak
apa-apa bi, ya sudah bi aku pergi dulu bi”
“ Hati-hayi
den”
Setelah
sampai di RS, reno langsung mencari ruangan ayah dan ibunya. Dan ternyata
kecelakaan yang dialami ayahnya sangat parah, hingga matanya menjadi buta. Reno
terlihat sangat sedih saat anita datang, anita coba menghibur reno dengan gitar
yang dibawanya, namun usaha anitapun sia-sia reno tetap bersedih dengan
airmatanya. Walaupun ayahnya tak pernah memperdulikan dirinya. Sudah lama reno
menunggu, reno pun pulang untuk mengambil pakaian serta perlengkapan lain untuk
dibawa kerumah sakit. Namun langit mendung dan saat reno di tengah perjalanan
reno terguyur derasnya hujan. Renopun jatuh dari motornya karena licin dan
menahan sakitnya kepala serta dinginnya udara, walau bagaimanapun juga reno
sedang sakit. Renopun dibawa kerumah sakit dan renopun meninggal, namun sebelum
reno meninggal ia berpesan agar matanya didonorkan ke ayahnya reno. Akhirnya
aahnya reno bisa melihat lagi namun ayahnya reno belum sempat melihat reno
untuk terakhir kalinya, ayahnya reno merasa sangat menyesal karena sudah sering
marahin reno. Memang segala sesuatu pasti aka nada akhirnya baik itu
menyenangkan ataupun menyedihkan. Ayah reno yang dari dulu suka marahin reno
kini jadi sadar setelah reno meninggal.
Bagaimanapun juga anak adalah titipan Allah yang harus smua orang jaga dan
sayangi hingga tumbuh besar jadi anak yang bergunya bagi semua orang baik
Negara ataupun Negara, tidak ada penyesalan datang di depan, penyesalan selalu
datang di belakang
TAMAT