Sabtu, 06 Desember 2014

cerpen - ayahku



AYAHKU

                Hujan sore itu mengundang  suara petir yang menggelegar dengan diiringi suara peikan gitar reno yang terdengar amat merdu. Kesendirian waktu itu membuat reno melamun akan kejadian dimasa lalunya yang amat pahit, ibu yang dulunya selalu membela reno disaat ayahnya marah, kini tak lagi ada semenjak kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya, hingga akhirnya reno mempunyai ibu tiri yg tak jauh berbeda dari sifat ayahnya yang pemarah dan egois. Waktu itu sepulang sekolah reno kehujanan dan sempat berteduh dirumah anita temannya. Kebiasaan reno jika terkena guyuran air hujan badannya langsung ngdrop dan demam tinggi.
“ Kenapa hujannya belum juga reda ? “
“ Sabarlah ren, bentar lagi juga reda “
“ Aku takut ayahku marah lagi an, bisa –bisa aku diusir dari rumah “
“ Kamu berdoa saja ren , agar tidak terjadi apa-apa “
“ iya an terimakasih  ya “
“ iya sama-sama ren “
                Hujanpun reda, reno pulang kerummahnya, dan ayahnya reno pun langsung menemui reno dan memarahi reno habis-habisan. Renopun minta maaf walaupun ia tak bersalah. Tiap hari reno selalu menulis curhatannya dibuku diarynya. Malam itu reno sakit, ayah dan ibu tirinya sama sekali tidak memperdulikannya. Sembari berbaring renopun bertanya kepada dirinya sendiri “ apakah salahku tuhan, kenap orang tuaku sangat membenci dirku? “. Air matanya mengalir dipipinya tak henti-henti. Tak lama kemudian  anita dan teman-temannya datang menjenguk reno, dan mereka dipersilahkan masuk oleh pembantunya karena kebetulan orang  tuannya  sedang pergi.
“ Ren gimana? Udah mendingan belum? Tanya anita?“
“ Belum an, panasku belun trun-turun dan rasanya kepalaku sangat sakit! “
“ Apa sbaiknya kamu dirawat dirumah sakit sajra ren?”
“ Ga usah an, aku ga apa-apa ko, besok paling sembuh!”
“ Tapi ren keadaanmu itu sudah parah, sedangkan ayah dan ibumu tidak tau kemana!”
“ Biarkanlah  mereka bersenang-senang disana an, itu ha mereka!”
“ Tapi mereka itu punya kewajiban sebagai orang tua ren!”
“ Iyah aku tau an, tapi sudahlah, suatu saat mereka pasti akan sadar an!”
                Dan tak lama kemudian  teman – teman reno pulang, ayah dan ibunya renopun tak tau kemana, reno hanya sendirian dirumah, pembantunya pun sibuk dengan pekerjaannya. Malam itu perasaan reno gelisah dan tak lama kemudian televon rumah berbunyi tut…………….tut………….tut……..tut…. pembantunya beranjak dari dapur untuk mengangkat televon tersebut dan ternyata orang tua reno mengalami kecelakaan, segeralah pembantunya itu mengabari reno
“ Maaf den barusan bibi nerima televon, katanya nyonya ada di RS. Kencana katanya ibunya aden kecelakaan den.”
“ Apa bi kecelakan……..dimana bi?”
“ Bibi tidak tau den!”
“ Ya suah bi, makasih aku akan segera  dan tolong beri tahu anita ya bi”
“ Tapi den, aden sedang sakit”
“ Tidak apa-apa bi, ya sudah bi aku pergi dulu bi”
“ Hati-hayi den”
Setelah sampai di RS, reno langsung mencari ruangan ayah dan ibunya. Dan ternyata kecelakaan yang dialami ayahnya sangat parah, hingga matanya menjadi buta. Reno terlihat sangat sedih saat anita datang, anita coba menghibur reno dengan gitar yang dibawanya, namun usaha anitapun sia-sia reno tetap bersedih dengan airmatanya. Walaupun ayahnya tak pernah memperdulikan dirinya. Sudah lama reno menunggu, reno pun pulang untuk mengambil pakaian serta perlengkapan lain untuk dibawa kerumah sakit. Namun langit mendung dan saat reno di tengah perjalanan reno terguyur derasnya hujan. Renopun jatuh dari motornya karena licin dan menahan sakitnya kepala serta dinginnya udara, walau bagaimanapun juga reno sedang sakit. Renopun dibawa kerumah sakit dan renopun meninggal, namun sebelum reno meninggal ia berpesan agar matanya didonorkan ke ayahnya reno. Akhirnya aahnya reno bisa melihat lagi namun ayahnya reno belum sempat melihat reno untuk terakhir kalinya, ayahnya reno merasa sangat menyesal karena sudah sering marahin reno. Memang segala sesuatu pasti aka nada akhirnya baik itu menyenangkan ataupun menyedihkan. Ayah reno yang dari dulu suka marahin reno kini jadi sadar  setelah reno meninggal. Bagaimanapun juga anak adalah titipan Allah yang harus smua orang jaga dan sayangi hingga tumbuh besar jadi anak yang bergunya bagi semua orang baik Negara ataupun Negara, tidak ada penyesalan datang di depan, penyesalan selalu datang di belakang

TAMAT



Tidak ada komentar:

Posting Komentar